Laman

Kamis, 20 Maret 2014

Topeng Lama

Pekat yang berbalut serpihan dingin...
Hujan pergi menyisakan bayu...

Nestapa hati membuncah luh ini...
Berharap asa masih segar seperti awalnya...
Bertahan pada sebatang kayu...
Yang mulai rapuh oleh hempasan ombak....

Berapa masa untuk bisa pahami...
Berapa masa untuk hancurkan batu itu...
Berapa masa lagi untuk sembuhkan goresan ini...

Angannya yang berkabut misteri...
Sungguh...
Bisa gila menyibak angkuhnya...

Terendah, diremehkan...
Sedang, ditinggalkan...
Tertinggi, tak dimuliakan...

Duhai....
Bagaimana harus menggugatnya...
Menuntut hak atas penggembalaannya....

Haruskah memakai lagi, topeng yang sama...
Dan kembali mengunci rapat, kotak pandora itu...

Bisu yang menyimpan ranjau...
Semoga tak terpicu oleh waktu..

Wahai Pemecah belenggu jiwa...
Lekaslah tampakkan dirimu...
Badai itu harus berlalu...
Dengan tanpa membawa pergi mimpi indah milik hati...

Jumat, 07 Maret 2014

Neng V3 Kewalahan

Promo daftar murah yang cuma Rp24.900 (normal Rp49.900) sepertinya menarik minat orang untuk memulai belajar bisnis di sini.

Dan sepertinya, efeknya kalau satu situs diakses banyak orang dari berbagai penjuru, yang terjadi adalah tampilan situs saat dibuka tidak tampil 100%.... Huwaaaaaa.....
Ini yang terjadi padaku, dan teman-teman lainnya yang hari ini mau mendaftarkan calon-calon member barunya.. Amanah-amanah yang dititipkan di jaringannya.... Tapi, oh tapi..... Si Neng V3 (istilah untuk menyebutkan nama situs Oriflame) langsung KO siang hari ini.. Sepertinya tidak bisa memaksakan harus siang ini.

Baiklah, dan sepertinya harus reschedule lagi, apa yang harus diprioritaskan kembali....

Tarik nafas panjang..

Hembuskan keras-keras....

Berpikir positif, bahwa Oriflame bukan perusahaan sembarangan. Semakin hari, semakin berkibar namanya. Sejak didirikan pertama kali tahun 1967, Oriflame tetap eksis sampai sekarang. Dan, bangganya lagi, info dari Seminar Director di Yogyakarta bulan lalu, Oriflame Indonesia jadi no. #1 dunia.

#gulung baju
#gulung celana
#ubah planning

Yuk, mareeeeeeee..... ^_^

http://www.dbc-network.com/?id=dianqonitatun



Selasa, 03 Desember 2013

Galau Tingkat Tinggi



 Hampa yang kian merebak...
Menghempas diri dalam keterpurukan....
Ketika hati semakin kacau...
Dan tempat berpijak terasa makin rapuh...
Bukan lawan, tapi terasa seperti musuh..
Sebagai kawan, tapi terasa jauh...
Diri ini seolah tersisih...
Tempat berbagi, menjauh entah kemana, sekalipun wujudnya ada sedemikian dekat..

Dalam keheningan tak berujung...
Ketidakpastian yang semakin menggantung...
Pikiran dan raga seakan tak menyatu...
Duh, galau yang berkepanjangan, enyahlah dirimu dari hatiku...!!
Sebingkai doa kupanjatkan..
Tuhan Yang Maha Tahu, berilah ilham untukku bagaimana mengusir si galau itu...!

Kala luka tak terperi, seiring masa tiada terobati...
Kala rasa tiada terhargai..
Hanya kemarahan yang dijumpai...
Seberapa lama karang itu akan berdiri kokoh..
Menahan setiap hempasan ombak dan badai yang menerjang setiap saatnya..

Menjadikan cinta sebagai madu...
Menawarkan racun yang terpanah dalam tiap denting kehidupan yang terus berbunyi
Jadi penguat kala sendiri, terombang-ambing tanpa mercu suar.. Tanpa penunjuk.. Hanya berdiri pada sepotong papan yang mungkin semakin rapuh..
Tuhan Yang Maha Penyayang...
Tambahkan cinta itu pada tingkat tertinggi..
Hingga kugapai daratan terindah dari janji-Mu..

Senin, 02 Desember 2013

[FF] M o m m y



“Ayah, gambarin Bunda donk..”

“Sini, sini…”

“Yah, gambarin Bunda lagi yaaa….”

“Siaaaap... Ayah tambahin  ya….”

Srettt… Sretttt…

“Sudah jadi, nih.. Sekarang Aya belajar bahasa Inggris lagi, yuk.. Pakai gambar Bunda tadi aja ya..”

Yes, Daddy..”

“Ini gambar siapa?”

Mommy..!” jawab Aya semangat.

“Coba hitung pakai bahasa Inggris..!”

One! Two! Three!” Aya tambah semangat.

“Jadi, ada berapa mommy-nya?”

THREE MOMMY…!!!” jawab Aya kenceng.

Telinga Bunda yang mendengar hal itu langsung berdiri tegak, seperti kelinci kala merasa ada bahaya di dekatnya, dan langsung menghampiri keduanya.

“Nak, mommy-nya satu aja yaa…  Ya, Nak, ya…” pinta Bunda.

“Ga mau… Aya maunya three mommy…” (mimik serius)

“Aduh, satu aja ya, Nak.. Ya ‘kan, Yah? Satu aja kan?”

Ayah sejenak terdiam.

Four..!!” cetus Ayah.

Dan cubitan bertubi-tubi pun sukses mendarat di lengan Ayah yang kekar.

“Aauuwww…. Aauuuuwww… Ampun, Bundaa… Hahaha…”

www.cahpaidi.blogspot.com

Kamis, 28 November 2013

[FF] Cinta Akut



Frans telah selesai mengenakan gaun pengantin pada istrinya yang terbaring di tempat tidur. Dirapikannya posisi berbaring istrinya. Sarung tangan tak lupa dipasangkan di tangan putih milik istrinya. Kalung yang menjadi maharnya pun sudah melekat manis di dada.

Ah, ya… Wajah pucat Desi belum didandani.

‘Walau Abang bukan seorang perias, Abang janji akan memberikan riasan terbaik untukmu, Honey..’

Dengan ditemani cahaya lampu tidur yang temaram, hati-hati Frans membubuhi bedak, sedikit eyeshadow hijau berbaur kuning di kelopak mata, blush on di tulang pipi. Selesai, lantas dikecupnya wajah Desi. Dahinya mengernyit. Ada yang kurang.

‘Abang lupa, Honey belum pakai parfum ya…’ Dan wangi bunga lili milik Desi langsung memenuhi udara di seantero kamar.  Wangi yang mengenangkannya pada kelembutan seorang Desi.

Berulang kali Frans menyeka peluhnya. Suhu 18 derajat tak cukup membantunya mengurai suhu ruangan yang dirasa semakin panas.

Sekali lagi, dipandangi orang yang baru setahun berbagi ruangan ini dengan dirinya. Meneliti ulang barangkali ada yang masih tertinggal dari riasannya. 

‘Pemerah bibir ini khusus untukmu, Honey. Pasti cantik sekali. Sekarang tidak ada yang bisa mengambil Honey dari sisi Abang. Honey tidak perlu khawatir akan diganggu lagi dengan pria sialan itu..’
 
Bercak darah yang mulai membeku pun ia poleskan di bibir tipis Desi. Lalu dilemparkannya pisau yang ada di meja rias itu ke kolong tempat tidur.

‘Detak jantung Honey hanya untuk Abang, ‘kan..’ 

Dipeluknya tubuh Desi yang semakin dingin.


from google



******
Gegara kepepet, bisa juga nulis cerpen bergenre ini.. 

Selasa, 26 November 2013

D E N D A M



Ku diam kala kau mulai menyentuhku

Dingin

Tergesa kau lucuti pakaianku

Satu persatu tanpa sisa

Beku

Dengus nafasmu memburu

Binar nakal berpendaran dari matamu

Tanpa ampun, kau melumatku dengan nafsu

Menjelajah tiap lekuk tubuhku

Bibirmu yang hangat melumerkan kekakuan ini

Basah dan ternoda

Aku pasrah

Tubuhku mulai lemah, terhela bayu yang tak ramah

Hening ruang dan temaram dian semakin menuntunmu

Tuntaskan nikmat sampai di puncak

Lihat!

Habislah sudah aku olehmu

Kecupan kepuasan, hargamu untukku

Tanpa dosa, dirimu berlalu 

Campakkanku bak seonggok sampah

Tinggalkan jejak kotor di pembaringan


#####



“Siapa yang menghabiskan coklatkuuuuuu......?” teriak Syamill demi melihat bungkus coklat, hadiah Valentin Ridho, pacarnya, berhamburan di dipan kamarnya.

Jakarta, lt.21

Rabu, 20 November 2013

Hasil Coba-Coba

Berawal dari permintaan seorang teman yang ingin tahu macam-macam parfum buat cowok, nah, saya cobalah buat gambar yang terdiri dari kombinasi beberapa gambar...

Aplikasi yang dipakai buat edit-edit foto PhotoScape... Aku merasa berterima kasih sekali pada orang yang telah (pernah) menginstall aplikasi tersebut ke komputer yang saya pakai saat ini... Thanks, ya Brotha, Sista....

Biarlah dikata ndeso karena baru-baru ini saja memanfaatkan aplikasi tersebut..
Yang penting sudah bisa....

Sebenarnya masih banyak lagi aplikasi-aplikasi sejenis yang lebih bervariatif tools-nya..
CorelDraw yang saya tahu.. Apalagi yach....?? Hihihi... Gini nich kalau rada-rada gaptek gitu.....
Tapi, sudah cukup terbantu-lah dengan PhotoScape ini....

Daaaaan....
Inilah hasil kreasi saya.....
Cukup indah... :P
Gapapa kan memuji diri sendiri....

dianqonitatun
Parfum Pria
 Lumayan kaaan......
Sumber gambar: www.oriflame.co.id