Promo daftar murah yang cuma Rp24.900 (normal Rp49.900) sepertinya menarik minat orang untuk memulai belajar bisnis di sini.
Dan sepertinya, efeknya kalau satu situs diakses banyak orang dari berbagai penjuru, yang terjadi adalah tampilan situs saat dibuka tidak tampil 100%.... Huwaaaaaa.....
Ini yang terjadi padaku, dan teman-teman lainnya yang hari ini mau mendaftarkan calon-calon member barunya.. Amanah-amanah yang dititipkan di jaringannya.... Tapi, oh tapi..... Si Neng V3 (istilah untuk menyebutkan nama situs Oriflame) langsung KO siang hari ini.. Sepertinya tidak bisa memaksakan harus siang ini.
Baiklah, dan sepertinya harus reschedule lagi, apa yang harus diprioritaskan kembali....
Tarik nafas panjang..
Hembuskan keras-keras....
Berpikir positif, bahwa Oriflame bukan perusahaan sembarangan. Semakin hari, semakin berkibar namanya. Sejak didirikan pertama kali tahun 1967, Oriflame tetap eksis sampai sekarang. Dan, bangganya lagi, info dari Seminar Director di Yogyakarta bulan lalu, Oriflame Indonesia jadi no. #1 dunia.
#gulung baju
#gulung celana
#ubah planning
Yuk, mareeeeeeee..... ^_^
Jumat, 07 Maret 2014
Selasa, 03 Desember 2013
Galau Tingkat Tinggi
Hampa yang kian merebak...
Menghempas diri dalam keterpurukan....
Ketika
hati semakin kacau...
Dan tempat berpijak terasa makin rapuh...
Bukan lawan, tapi terasa seperti musuh..
Sebagai kawan, tapi terasa jauh...
Diri ini seolah tersisih...
Tempat berbagi, menjauh entah kemana, sekalipun wujudnya ada sedemikian dekat..
Dalam keheningan tak berujung...
Ketidakpastian yang semakin menggantung...
Pikiran dan raga seakan tak menyatu...
Duh, galau yang berkepanjangan, enyahlah dirimu dari hatiku...!!
Sebingkai doa kupanjatkan..
Tuhan Yang Maha Tahu, berilah ilham untukku bagaimana mengusir si galau itu...!
Dan tempat berpijak terasa makin rapuh...
Bukan lawan, tapi terasa seperti musuh..
Sebagai kawan, tapi terasa jauh...
Diri ini seolah tersisih...
Tempat berbagi, menjauh entah kemana, sekalipun wujudnya ada sedemikian dekat..
Dalam keheningan tak berujung...
Ketidakpastian yang semakin menggantung...
Pikiran dan raga seakan tak menyatu...
Duh, galau yang berkepanjangan, enyahlah dirimu dari hatiku...!!
Sebingkai doa kupanjatkan..
Tuhan Yang Maha Tahu, berilah ilham untukku bagaimana mengusir si galau itu...!
Kala luka
tak terperi, seiring masa tiada terobati...
Kala rasa tiada terhargai..
Hanya kemarahan yang dijumpai...
Seberapa lama karang itu akan berdiri kokoh..
Menahan setiap hempasan ombak dan badai yang menerjang setiap saatnya..
Kala rasa tiada terhargai..
Hanya kemarahan yang dijumpai...
Seberapa lama karang itu akan berdiri kokoh..
Menahan setiap hempasan ombak dan badai yang menerjang setiap saatnya..
Menjadikan
cinta sebagai madu...
Menawarkan racun yang terpanah dalam tiap denting kehidupan yang terus berbunyi
Jadi penguat kala sendiri, terombang-ambing tanpa mercu suar.. Tanpa penunjuk.. Hanya berdiri pada sepotong papan yang mungkin semakin rapuh..
Tuhan Yang Maha Penyayang...
Tambahkan cinta itu pada tingkat tertinggi..
Hingga kugapai daratan terindah dari janji-Mu..
Menawarkan racun yang terpanah dalam tiap denting kehidupan yang terus berbunyi
Jadi penguat kala sendiri, terombang-ambing tanpa mercu suar.. Tanpa penunjuk.. Hanya berdiri pada sepotong papan yang mungkin semakin rapuh..
Tuhan Yang Maha Penyayang...
Tambahkan cinta itu pada tingkat tertinggi..
Hingga kugapai daratan terindah dari janji-Mu..
Senin, 02 Desember 2013
[FF] M o m m y
“Ayah, gambarin Bunda donk..”
“Sini, sini…”
“Yah, gambarin Bunda lagi yaaa….”
“Siaaaap... Ayah tambahin
ya….”
Srettt… Sretttt…
“Sudah jadi, nih.. Sekarang Aya belajar bahasa Inggris lagi,
yuk.. Pakai gambar Bunda tadi aja ya..”
“Yes, Daddy..”
“Ini gambar siapa?”
“Mommy..!” jawab
Aya semangat.
“Coba hitung pakai bahasa Inggris..!”
“One! Two! Three!”
Aya tambah semangat.
“Jadi, ada berapa mommy-nya?”
“THREE MOMMY…!!!”
jawab Aya kenceng.
Telinga Bunda yang mendengar hal itu langsung berdiri tegak,
seperti kelinci kala merasa ada bahaya di dekatnya, dan langsung menghampiri
keduanya.
“Nak, mommy-nya
satu aja yaa… Ya, Nak, ya…” pinta Bunda.
“Ga mau… Aya maunya three
mommy…” (mimik serius)
“Aduh, satu aja ya, Nak.. Ya ‘kan, Yah? Satu aja kan?”
Ayah sejenak terdiam.
“Four..!!” cetus
Ayah.
Dan cubitan bertubi-tubi pun sukses mendarat di lengan Ayah
yang kekar.
“Aauuwww…. Aauuuuwww… Ampun, Bundaa… Hahaha…”
Kamis, 28 November 2013
[FF] Cinta Akut
Frans telah selesai mengenakan
gaun pengantin pada istrinya yang terbaring di tempat tidur. Dirapikannya
posisi berbaring istrinya. Sarung tangan tak lupa dipasangkan di tangan putih
milik istrinya. Kalung yang menjadi maharnya pun sudah melekat manis di dada.
Ah, ya… Wajah pucat Desi belum
didandani.
‘Walau Abang bukan seorang perias, Abang janji akan memberikan riasan
terbaik untukmu, Honey..’
Dengan ditemani cahaya lampu
tidur yang temaram, hati-hati Frans membubuhi bedak, sedikit eyeshadow hijau
berbaur kuning di kelopak mata, blush on di tulang pipi. Selesai, lantas
dikecupnya wajah Desi. Dahinya mengernyit. Ada yang kurang.
‘Abang lupa, Honey belum pakai parfum ya…’ Dan wangi bunga lili
milik Desi langsung memenuhi udara di seantero kamar. Wangi yang mengenangkannya pada kelembutan
seorang Desi.
Berulang kali Frans menyeka
peluhnya. Suhu 18 derajat tak cukup membantunya mengurai suhu ruangan yang
dirasa semakin panas.
Sekali lagi, dipandangi orang
yang baru setahun berbagi ruangan ini dengan dirinya. Meneliti ulang barangkali
ada yang masih tertinggal dari riasannya.
‘Pemerah bibir ini khusus untukmu, Honey. Pasti cantik sekali. Sekarang
tidak ada yang bisa mengambil Honey dari sisi Abang. Honey tidak perlu khawatir
akan diganggu lagi dengan pria sialan itu..’
Bercak darah yang mulai membeku
pun ia poleskan di bibir tipis Desi. Lalu dilemparkannya pisau yang ada di meja
rias itu ke kolong tempat tidur.
‘Detak jantung Honey hanya untuk Abang, ‘kan..’
Dipeluknya tubuh Desi yang
semakin dingin.
![]() |
| from google |
******
Gegara kepepet, bisa juga nulis cerpen bergenre ini..
Selasa, 26 November 2013
D E N D A M
Ku diam
kala kau mulai menyentuhku
Dingin
Tergesa
kau lucuti pakaianku
Satu
persatu tanpa sisa
Beku
Dengus
nafasmu memburu
Binar
nakal berpendaran dari matamu
Tanpa
ampun, kau melumatku dengan nafsu
Menjelajah
tiap lekuk tubuhku
Bibirmu
yang hangat melumerkan kekakuan ini
Basah
dan ternoda
Aku
pasrah
Tubuhku mulai
lemah, terhela bayu yang tak ramah
Hening
ruang dan temaram dian semakin menuntunmu
Tuntaskan
nikmat sampai di puncak
Lihat!
Habislah
sudah aku olehmu
Kecupan
kepuasan, hargamu untukku
Tanpa
dosa, dirimu berlalu
Campakkanku bak
seonggok sampah
Tinggalkan
jejak kotor di pembaringan
#####
“Siapa yang menghabiskan coklatkuuuuuu......?”
teriak Syamill demi melihat bungkus coklat, hadiah Valentin Ridho, pacarnya,
berhamburan di dipan kamarnya.
Rabu, 20 November 2013
Hasil Coba-Coba
Berawal dari permintaan seorang teman yang ingin tahu macam-macam parfum buat cowok, nah, saya cobalah buat gambar yang terdiri dari kombinasi beberapa gambar...
Aplikasi yang dipakai buat edit-edit foto PhotoScape... Aku merasa berterima kasih sekali pada orang yang telah (pernah) menginstall aplikasi tersebut ke komputer yang saya pakai saat ini... Thanks, ya Brotha, Sista....
Biarlah dikata ndeso karena baru-baru ini saja memanfaatkan aplikasi tersebut..
Yang penting sudah bisa....
Sebenarnya masih banyak lagi aplikasi-aplikasi sejenis yang lebih bervariatif tools-nya..
CorelDraw yang saya tahu.. Apalagi yach....?? Hihihi... Gini nich kalau rada-rada gaptek gitu.....
Tapi, sudah cukup terbantu-lah dengan PhotoScape ini....
Daaaaan....
Inilah hasil kreasi saya.....
Cukup indah... :P
Gapapa kan memuji diri sendiri....
Lumayan kaaan......
Sumber gambar: www.oriflame.co.id
Aplikasi yang dipakai buat edit-edit foto PhotoScape... Aku merasa berterima kasih sekali pada orang yang telah (pernah) menginstall aplikasi tersebut ke komputer yang saya pakai saat ini... Thanks, ya Brotha, Sista....
Biarlah dikata ndeso karena baru-baru ini saja memanfaatkan aplikasi tersebut..
Yang penting sudah bisa....
Sebenarnya masih banyak lagi aplikasi-aplikasi sejenis yang lebih bervariatif tools-nya..
CorelDraw yang saya tahu.. Apalagi yach....?? Hihihi... Gini nich kalau rada-rada gaptek gitu.....
Tapi, sudah cukup terbantu-lah dengan PhotoScape ini....
Daaaaan....
Inilah hasil kreasi saya.....
Cukup indah... :P
Gapapa kan memuji diri sendiri....
![]() |
| Parfum Pria |
Sumber gambar: www.oriflame.co.id
Rabu, 16 Oktober 2013
No Pledoi
Lagi-lagi ku berpapasan dengannya saat sama-sama berjalan keluar dari ruang pertemuan...
Ahhh, (tapi) lagi-lagi dia memalingkan wajahnya, padahal jarakku dengannya hanya 1m..
"Kenapa sih, Mbak? Setiap kita ketemu, ga pernah sekalipun mbak mau bertatap muka.. Seringnya buang muka gitu..," cetusku spontan.. Saking sudah meluapnya rasa di hati ini..
Dia hanya diam, dan dari gesturnya seperti ingin segera beranjak dari hadapanku...
"Masih kurang permintaan maaf saya ke Mbak? Harus sambil menyembah-nyembah? Harus kasih upeti?" Berondongan kata-kataku menahannya kembali untuk tetap bergeming di tempatnya semula.
"Apa Mbak anggap sikap Mbak itu sebagai hukuman, sebagai karma buat saya? Tapi, kenapa saya saja yang dipersalahkan..?? Asal Mbak tau ya, kalau saya bicara yang sebenarnya, saya kasihan dengan suami Mbak... Justru suami Mbak yang akan terbuka aibnya... Rela?? Dan saya ga mau membela diri dengan bercerita yang sebenarnya terjadi karena saya ga pengen rumah tangga Mbak itu goyah karena hal itu... Saya ga pengen Mbak jadi berantem dengan suami Mbak..."
Sedetik kulihat dia seperti terhenyak dan menaikkan tatapannya ke wajahku... Raut wajahnya seperti ingin menentang kata-kataku.
"Mbak... Mbak.... Kenapa sih hubungan kita harus seruwet ini? Dan perlu Mbak tau, tuduhan Mbak yang ga berdasar tentang sms-sms dari nomor asing yang masuk ke hp suami Mbak, itu sangat menyakitkan... Nomor Mbak dan suami Mbak aja aku udah ga punya.. Terima kasih atas sangka buruk Mbak padaku.." tandasku dengan pandangan yang mulai mengabur oleh genangan air mata yang sudah semakin mendesak keluar.
Akupun langsung ngeloyor pergi, meninggalkannya dalam seribu rasa penasaran. Tanpa memberinya kesempatan untuk berdebat... Biar dia tanyakan sendiri ke suaminya.. Yang penting hati ini puas, sudah mengungkapkan segala galau di hati.. Dan aku juga tidak mau dia melihat air mata ini yang sudah hampir jatuh. Jatuh untuk ke-sekian kalinya atas sikapnya yang selalu dingin dan tak bersahabat.
Sesama perempuan kadang bisa sangat kejam bersikap pada perempuan yang dianggap musuhnya, pengganggunya.
| Ruwet se-ruwet tumpukan puzzle block ini. Tanpa harmonisasi bentuk |
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)


